ICT  

Contoh Penerapan UI UX pada Aplikasi dan Website

pengertian dan fungsi bounce rate

Untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang desain UI dan UX, di bab ini kami akan memberikan beberapa Contoh Penerapan UI UX pada produk yang telah menerapkan desain UI UX. 

1. Aplikasi Gojek 

Aplikasi Gojek merupakan aplikasi yang bergerak di bidang jasa transportasi, jasa antar makanan, barang, dan lain-lain. Desain aplikasi ini banyak mendapatkan apresiasi dari para penggunanya. Penasaran bagaimana penerapan UI UX di aplikasi Gojek? Yuk simak selengkapnya!

  1. User Interface (UI)  
  • Desain Animasi yang Menarik

Konsep desain Gojek sangat friendly dan informal. Desain tersebut berhasil membuat pengguna merasa lebih dekat dan relate dengan layanan yang tersedia dalam aplikasi. Misalnya animasi desain.

Desain tersebut diadaptasi dari realitas hubungan friendzone. Gojek mengadaptasi gambar tersebut sebagai pesan notifikasi ketika pengemudi membatalkan pesanan. 

  • Penggunaan Ikon 

Aplikasi Gojek didesain dengan model ikon untuk memudahkan pengguna menggunakan aplikasi. 

Jika ingin memesan GoRide, pengguna hanya tinggal klik ikon motor. Ingin memesan makanan atau minuman, tinggal klik ikon sendok garpu. Ikon-ikon gojek ini akan jadi lebih mudah dikenali oleh pengguna. 

Penggunaan ikon ini juga membuat pengguna mudah mengenali fitur-fitur dari Gojek. Pengguna jadi lebih cepat menyelesaikan kebutuhannya. Dengan begitu, pengguna akan lebih puas menggunakan Gojek. 

  • Konsistensi Desain

Jika diperhatikan, desain tampilan setiap fitur tidak jauh berbeda. Misalnya layout pada fitur GoRide, GoCar, dan GoSend. 

Tampilan layout ketiga layanan ini hampir sama. Yang membedakan hanyalah ikon motor untuk pesanan GoRide atau Gosend dan ikon mobil untuk pesanan GoCar.

Desain yang konsisten membuat pengguna jadi lebih familiar dengan setiap fitur. Pengguna pun jadi lebih mudah dan cepat dalam memenuhi kebutuhannya. 

2. User Experience (UX)

  • Fitur yang Tersedia sangat Usefull

Gojek menyediakan banyak fitur yang menjadi favorite para penggunanya, seperti GoRide (ojek motor), GoCar (taxi mobil), dan GoFood (pesan antar makanan). 

Terbukti Gojek telah diunduh sebanyak 142 juta kali dan memiliki 2 juta mitra pengemudi. 

  • Alur Penggunaan Mudah

Dari segi kenyamanan pengguna, Gojek menampilkan flow fitur yang mudah digunakan secara natural. Mari simak flow dari fitur GoRide berikut ini. 

Alur pemesanan mudah dilakukan. Misalnya pengguna ingin memesan GoRide, pengguna cukup klik ikon motor. Selanjutnya, pengguna hanya perlu mengisi lokasi tujuan di kolom pencarian dan lokasi penjemputan. 

Dan secara otomatis, akan muncul hasil rencana perjalanan Anda lengkap dengan biaya pemesanannya. Kemudahan ini membuat pengguna dapat memesan GoRide tanpa effort yang berlebih. Terlebih terdapat fitur tombol dan copy wording di setiap langkahnya untuk menggiring alur pemesanan. 

2. Google

Hampir semua orang menggunakan layanan Google Search. Layanan ini memiliki desain yang sederhana dan mudah digunakan. Nah, untuk lebih memahami bagaimana penerapan UI UX pada Google search, simak uraian berikut ini. 

1. User Interface (UI) 

  • Konsep Minimal Interface

Interface Google ini sangatlah simple. Di halaman awal Google Search, Anda hanya akan melihat background putih dan kolom pencarian Google. 

Tampilan Google Search simple, jelas, dan sangat berfokus pada tujuan pengguna, yaitu melakukan pencarian. Pengguna jadi dapat dengan mudah menyelesaikan kebutuhannya. 

Dengan konsep minimalis tersebut, pengguna bisa langsung melakukan pencarian atau fokus melakukan pencarian. Kebutuhan pengguna pun jadi lebih cepat terpenuhi. 

Berbeda dengan mesin pencarian lain, yang menampilkan banyak konten sehingga pengguna bisa terdistraksi oleh konten tersebut. 

  • Konsisten Warna dan layout 

Tampilan Google memang didominasi oleh white space dengan style layout yang konsisten. Warna yang minimalis tersebut akan meningkatkan fokus pengguna pada penggunaan fitur pencarian. 

Selain warna putih, Google mempunyai colour palette yang konsisten pada setiap fiturnya, yaitu warna biru seperti gambar di bawah ini. 

Palette tersebut digunakan dominan di setiap tema produk, toolbars,buttons, dan juga font colour.Konsisten warna tersebut membuat pengguna lebih familiar dengan fitur-fitur Google. Dengan penggunaan warna yang minimalis dan konsisten, pengguna jadi tahu highlight utama dari setiap fungsi. 

Jika pengguna ingin klik halaman website di hasil pencarian, pengguna akan klik font yang berwarna biru. Jadi pengguna lebih cepat memenuhi kebutuhannya. 

Baca juga: 50 Template WordPress Gratis dan Terbaru 2020.

  • Responsive Ilustrasi dan Ikon 

Google memiliki desain UI yang responsive. Artinya pengguna dapat tetap menggunakan layanan pencarian Google di berbagai perangkat dengan kualitas gambar yang stabil. 

Grid-system yang buat dengan baik oleh desainer menjadikan ilustrasi dan ikon tersebut dapat ditampilkan baik di perangkat desktop maupun mobile. 

Jika di perangkat mobile, pengguna tidak tetap bisa melihat informasi secara presisi menyesuaikan bentuk perangkat. Pengguna jadi tetap bisa menggunakan layanan Google di mana saja dan kapan saja dengan mudah. 

2. User Experience 

  • Discoverability (Mudah Digunakan)

Istilah discoverability dalam dunia UX berarti pengguna dapat menggunakan keseluruhan layanan atau menyelesaikan kebutuhan tanpa perlu petunjuk khusus.

Desain fitur Google membuat pengguna lebih cepat mempelajari setiap fitur dan menyelesaikan kebutuhan. Misalnya, jika pengguna ingin mencari perkiraan cuaca hari ini, pengguna cukup mengetik kalimat tersebut. Google akan menampilkan informasi tentang perkiraan cuaca hari ini

Pengguna cukup klik halaman website dan informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Saking mudahnya pengguna dapat melakukan pencarian apa saja, Google disebut sebagai “Advanced Search”. 

  • Desain Adaptif 

Desain adaptif berarti setiap pencarian yang dilakukan setiap pengguna akan menampilkan hasil informasi yang dirancang khusus. Misalnya pengguna mencari “Indonesia”, hasil yang muncul dimunculkan adalah berita, maps, dan gambar. 

Sementara jika mencari “IHSG”, hasil yang ditampilkan berupa trafik saham karena IHSG merupakan istilah dalam saham. Oleh sebab itu, hasil pencarian yang muncul adalah tentang finance, berita, gambar, dll. 

Dengan dirancang secara adaptif, pengguna dapat langsung menemukan informasi yang dibutuhkan. Pengguna jadi tidak perlu kesulitan dan berlama-lama mencari informasi, sehingga kepuasan pengguna akan meningkat. 

  • Fast and No Errors

Proses yang cepat dan no errors akan meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menggunakan produk. 

Prinsip tersebut diadaptasi oleh Google. Apa saja yang dicari oleh pengguna akan ditampilkan oleh Google. Misalnya mencari “kucing”, maka Google akan menampilkan 121.000.000 hasil dalam 0.39 detik. Bahkan mencari dengan kata kunci apapun. 

Namun, jika kata yang kita cari sangat diluar logika, Google tidak dapat menampilkan hasilnya. Misalnya “zxxxxxzzzzzzyyzyy” maka Google akan menampilkan bahwa pencarian tersebut tidak cocok dengan dokumen web yang ada. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.