Meningkatkan kesehatan mata anak

Menjaga kesehatan mata

Posted on

Menjaga kesehatan mata

Kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan oleh kalangan dewasa saja tetapi juga anak-anak kecil dan remaja pada jaman ini. Handphone bukanlah merupakan barang mewah lagi pada saat ini. Banyaknya aplikasiaplikasi yang diberikan didalam handphone membuat setiap orang ingin memilikinya. Contoh aplikasi yang ditawarkan dalam handphone seperti aplikasi belanja online, pesan online, game online dan banyak lagi. Pergaulan pada zaman inipun menuntut anak-anak untuk menggunakan media komunikasi seperti handphone, laptop, dan alat komunikasi lainnya.

Banyak upaya yang dapat dilakukan agara generasi kita untuk tetap menjaga kesehatan mata. Memperkenalkan serta mengingatkan anak- anak untuk menjaga kesehatan mata perlu pendekatan khusu yang dapat menarik perhatian anak-anak yaitu salah satunya dengan perancangan Kampanye Kesadaran Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Sejak Dini.

Menurut Jogi (2009:3) Mata adalah organ penglihatan yang terletak di rongga orbital. Hal ini hampir berbentuk bulat dan sekitar 2,5 cm. Volume bola mata adalah sekitar 7 cc. Ruang antara mata dan rongga orbital ditempati oleh jaringan lemak. Dinding tulang dari orbit dan lemak membantu melindungi mata dari cedera. Struktural dua mata terpisah tapi mereka berfungsi sebagai pasangan. Hal ini dimungkinkan untuk melihat dengan hanya satu mata, tapi visi tiga dimensi terganggu ketika hanya satu mata yang digunakan terutama dalam kaitannya dengan penghakiman jarak.

Menurut Purnomo (2003) menjelaskan bahwa mata merupakan alat indra yang terdapat pada manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak. Sedangkan menurut Takemoto yang mengutip Streit menjelaskan bahwa mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Sehingga penulis dapat menyimpulkan dari dua pengertian diatas bahwa mata adalah sebuah indera yang dapat menghasilkan gambar dan objek sebagai pusat perhatian dengan cara mendeteksi jumlah cahaya.

Berdasarkaan tulisan tentang kesehatan mata dan telinga oleh Erwin Setyo Kriswanto (2013), ada dua bagian pada mata antara lain :

  • Organ luar
    • Alis mata
    • Kelopak mata
  • Organ dalam

Terdapat tiga lapisan dinding mata mata bagian dalam antara lain :

  • Skelera (lapisan luar berwarna putih)
    • kornea (selaput bening)
    • Koroidea (lapisan tengah)
      • pupil (biji mata)
      • Iris (selaput pelangi)
    • Lapisan dalam
      • Lensa mata
      • Otot mata
      • Cairan rongga mata
      • Retina
      • Bintik kuning

Adapun beberapa macam penyakit pada mata yang dapat mengurangi fungsi dari mata itu sendiri, berikut adalah macam-macam penyakit pada mata :

  • Penyakit mata yang dapat menyebabkan penurunan visus adalah
    • Minus
      • Devika (2015) menjelaskan “mata minus adalah salah satu penyakit mata yang disebabkan kebiasaan sehari-hari dan pola hidup yang tidak baik, seperti pola makan yang kurang sehat seperti terlalu sering memakan makanan olahan, kebiasaan membaca buku sambil tiduran dan membaca buku di keadaan cahaya yang kurang. Serta kondisi mata yang kelelahan akibat terlalu lama di depan layar tv dan komputer yang dapat menyebabkan mata menjadi minus.”
    • Plus
      • Devika (2015) menjelaskan “mata plus atau yang biasa disebut dengan rabun dekat yang dalam bahasa kedokterannya disebut hyperopia adalah penyakit mata yang disebabkan karena turunnya kemampuan otot syaraf pada mata, biasanya penyakit mata ini disebabkan adanya faktor usia yang mempengaruhi, hal ini adalah salah satu proses penuaan pada manusia yang biasanya terjadi setelah didatas umur 40 tahun. Namun penyakit mata ini juga bisa terjadi pada anakanak yang terjadi sejak lahir, tetapi karena mata anak-anak yang lebih fleksibel dari orang dewasa biasanya anak-anak penderita rabun dekat tidak memiliki masalah dengan matanya.”
    • Silindris
      • Devika (2015) menjelaskan “mata silindris atau biasa disebut astigmatism dalam bahasa medis ini adalah penyakit mata yang disebabkan adanya kelainan pada kornea mata yang memiliki bentuk tidak sempurna yang dimana biasanya kornea mata memiliki cembung yang sempurna namun pada penderita mata silindris kornea pada matanya memiliki bentuk yang tidak sempurna yaitu berbentuk seperti bola rugbi. Sehingga ketidak sempurnaan bentuk ini dapat mempengaruhi penglihatan, biasanya penderita mata silindris akan memiliki penglihatan yang kabur atau berbayang, sulit membaca tulisan kecil, sakit kepala, mata tegang serta mata merasa lelah setelah membaca atau memakai komputer.”
    • Glaukoma
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Glaukoma adalah suatu kondisi dimana mata memiliki tekanan yang berlebih akibat terlalu berlebihnya produksi cairan pada mata, sehingga bola mata menjadi membesar dan menekan saraf pada bagian mata yang berada tepat di bagian belakang bola mata, yang dapat mengakibatkan saraf mati akibat tidak mendapat aliran darah.”
    • Katarak
      • Menurut Iqfadhillah (2014) “katarak adalah adalah salah satu kerusakan pada mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan pada lensa mata. Variasi kekeruhan tergantung tingkat kerusakan akibat katarak. biasanya berlangsung perlahan-lahan dan menyebabkan gangguan penglihatan kabur bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan jika kekeruhan pada lensa terlalu tebal sehingga menghalangi jalan masuknya cahaya.”
  • Penyakit mata yang tidak menyebabkan penurunan visus antara lain :
    • Hordeolum
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “ Hordeolum atau yang biasa disebut bintitan ini adalah salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh adanya penyumbatan pada kelenjar minyak, dan penyumbatan ini dapat menyebabkan terhalangnya aliran menuju kelenjar, dan jika masuknya bakteri kedalam kelenjar tersebut dapat menyebabkan infeksi dan menyebabkan kelenjar bernanah dan berwarna kemerahan dan peradangan. 90% penyakit Hordeolum disebabkan oleh bakteri staphylococcus dan penyakit dapa kambuh kembali sewaktu-waktu”
    • Infeksi
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Infeksi pada mata merupakan suatu kondisi dimana mata menjadi merah, membengkak dan panas yang disebabkan paparan mikrobiologi seperti virus dan bakteri”
    • Konjungtivitis
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Konjungtivitis adalah sebuah iritasi yang disebabkan infeksi atau peradangan pada selaput yang melapisi bagian depan mata atau yang disebut juga konjungtiva dan dapat menyebabkan mata menjadi kemerahan, pada awalnya konjungtivitis hanya menjangkiti pada satu mata saja namun akan menjangkit keduanya setelah beberapa jam.” Konjungtivitis memiliki beberapa gejala, biasanya seperti mata merah, berair, gatal, terasa nyeri, belekan dan penglihatan menjadi kabur. Konjungtivitis ini adalah salah satu penyakit mata yang dapat menular, selain itu jika konjungtivitis ini terjangkit karena alergi bisa muncul lapisan lengket pada bulu mata. alergi yang dapat memicu konjungtivitis adalah alergi pada debu, serbuk, bulu, angin/asap. Konjungtivitis ini bisa bisa terjangkit karena konjungtiva yang mengalami peradangan atau infeksi, dan ada beberapa hal yang dapat menyebabkan penyakit konjungtivitis terjangkit antara lain, konjungtivitis alergi yang disebabkan reaksi alergi terhadap tungau debu atau serbuk sari. Konjungtivitis iritasi yang disebabkan karena mata terkena unsur yang dapat menyebabkan iritasi seperti terkena sampo, air berklorin, ataupun bulu mata yang menggesek mata. Konjungtivitis infektif atau infeksi yang disebabkan karena virus atau bakteri.
    • Keratokunjungtivitas Vernalis (KV)
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Keratokonjungtivitas Vernalis adalah sebuah peradangan pada bagian kornea mata (selaput bening) yang diawali karena alergi yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa sakit, keratokonjungtivitas vernalis ini adalah termasuk penyakit mata yang musiman dan dapat terjadi berulang dalam waktu dan keadaan tertentu, penderita yang terjangkit penyakit ini dapat kambuh terutama ketika pada musim panas. Selain cuaca dan musim penyakit KV ini juga dapat terjangkit karena adanya benda-benda atau alergen yang masuk kemata dan dapat menyebabkan alergi pada mata.” Keratokonjungtivitas Vernalis dapat dikenali dengan memahami beberapa gejala, biasanya gejala yang terjadi seperti mata menjadi berwarna merah, mata menjadi lebih banyak mengeluarkan lebih banyak cairan yang cukup kental, mata menjadi gatal, pembengkakan pada bagian kelopak mata, mata akan lebih menjadi sensitif pada cahaya, dan pembengkakan pada bagian konjungtiva yang menjadi berwarna pink atau kemerahan dan konjungtiva menjadi lebih tebal. Keratokonjungtivitas Vernalis ini dapat terjangkit karena disebabkan adanya alergi sehingga penyakit mata ini bukan penyakit yang menular, penyakit mata ini akan menyerang kepada orang tertentu saja yang memiliki alergi pada suatu cuaca atau adanya alergen yang masuk mata.
    • Ulkus Kornea (UK)
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Ulkus kornea adalah sebuah kondisi dimana mata memiliki luka pada bagian kornea atau selaput bening pada bagian depan bola mata, biasanya olkus kornea ini terjadi karena adanya suatu infeksi yang disebabkan karena mata kering ataupun penggunaan kontak lensa secara berlebihan yang membuat mata menjadi iritasi, selain karena infeksi Ulkus Kornea ini bisa terjangkit karena adanya paparan bakteri seperti Stafilokokus, Pseudomonas, dan Pneumokokus.”
    • Selulitis Orbitalis (SO)
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Selulitis Orbitalis adalah sebuah kondisi dimana bola mata mengalami infeksi, biasanya infeksi ini disebabkan dari bakteri yang berasal dari infeksi sinus, dan ada juga Selulitis Orbitalis desebabkan karena adanya gigitan kutu atau ada trauma pada mata. Gejala yang ditimbulkan oleh Selulitas Orbitalis antara lain penglihatan yang mengalami penurunan secara tiba-tiba, terasa nyeri pada mata dan demam. Sangat dianjurkan bagi penderita penyakit Selulitis Orbitalis segera konsultasi dengan dokter karena dapat berakibat fatal jika menangani seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah pada otak.”
    • Trakoma
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Trakoma adalah suatu kondisi dimana mata mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, yaitu bakteri Chlamydia Trachomatis. Bakteri ini dapat menyebar melalui kontak mata langsung, kelopak mata, dan hidung dari orang yang terinfeksi. Bakteri ini dapat berkembang dengan baik di lingkungan yang kotor atau di sanitasi yang buruk. Penyakit Trakoma adalah salahsatu penyakit mata yang sangat menular, ada beberapa gejala yang dialami bagi orang yang tertular Trakoma adalah gatal ringan, iritasi mata, kelopak mata, penglihatan kabur dan jika telat menangani dapat menyebabkan kebutaan.”
    • Dakriosistitis
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Dakriosistitis adalah suatu kondisi dimana peradangan pada kantung nasolakrimal (air Mata) yang terletak antara ujung kelopak mata sebelah dalam dan idung, yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan ini adalah faktor alergi yang menyebabkan tersumbatnya saluran mengalirnya air mata ke hidung, hal ini dapat menyebabkan nyeri, warna merah dan bengkak bahkan bisa mengeluarkan nanah dan menyebabkan demam.”
    • Blefaritis
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Blefaritis atau juga yang sering disebut radang kelopak mata adalah dimana suatu kondisi peradangan pada kelopak mata diakibatkan produksi minyak yang berlebihan pada kelenjar minyak. Pada bagian bola mata sendiri terdapat beberapa lapisan air mata yang fungsinya sebagai pelindung bola mata dari iritasi. Lapisan ini terdiri dari tiga kelenjar yaitu minyak, air dan lendir. Penyakit blefaritis ini adalah salahsatu penyakit mata yang tidak berbahaya tetapi penyakit ini memberi dampak yang tidak nyaman pada mata. Blefaritis ini terjangkit karena disebabkan adanya paparan bakteri pada mata, gejala yang terjadi pada penderita Blefaritis adalah rasa sakit pada bagian kelopak mata.”
    • Endoftalmitis
      • Lee Eem (2014) menjelaskan “Endoftalmitis merupakan suatu kondisi dimana mata mengalami infeksi atau peradangan mata yang begitu berat pada bagian dalam yang dapat menyebabkan mata bernanah, penyakit ini juga dapat berakibat sangat fatal seperti hilangnya penglihatan atau hilangnya fungsi mata yang lain. Gejala yang timbul bagi penderita endoftalmitis ini adalah nyeri pada bagian mata, penurunan penglihatan, dan pembengkakan pada bagian kelopak mata. Endoftalmitis ini dapat di sebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi baakteri, virus dan jamur, selain itu penyakit mata ini pun dapat tejadi karena tertusuknya mata oleh benda yang tajam.”

katarak adalah adalah salah satu kerusakan pada mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan pada lensa mata. Variasi kekeruhan tergantung tingkat kerusakan akibat katarak. biasanya berlangsung perlahan-lahan dan menyebabkan gangguan penglihatan kabur bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan jika kekeruhan pada lensa terlalu tebal sehingga menghalangi jalan masuknya cahaya.

Menurut Supriyantoro (2012) Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah gangguan penglihatan dan kebutaan. Katarak merupakan penyebab utama 50% kebutaan di Indonesia. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan juga akan cenderung semakin meningkat karena katarak merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada usia lanjut.

Katarak adalah salah satu penyakit mata yang dapat menurunkan visus dan memiliki gejala yang tidak langsung, yang dapat menyebabkan penglihatan semakin lama semakin berkurang dan parahnya dapat menyebabkan kebutaan jika di abaikan. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan katarak:

  • paparan sinar UV secara langsung terhadap mata dengan waktu yang lama.
  • Pertambahan usia
  • Genetik atau riwayat penyakit katarak pada keluarga.
  • Darah tinggi
  • Diabetes

Ada beberapa gejala yang dapat dirasakan ketika mata terkena katarak, anttara lain:

  • Pandangan mata yang kabur.
  • Sulit melihat saat malam hari
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  • Pandangan ganda ketika melihat dengan satu mata.

Adapula beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah mata terkena penyakit katarak, antara lain:

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi.
  • Menjaga gaya hidup, seperti menjauhi alkohol ataupun rokok.
  • Menggunakan kacamata agar melindungi lensa mata dari paparan sinar matahari.
  • Membatasi makanan manis yang dapat memicu penyakit diabetes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *