Memahami Trading & Cryptocurrency, berikut pertanyaan-pertanyaannya.

Tertarik dengan Trading dan Cryptocurrency? Trading secara umum merupakan konsep ekonomi dasar yang meliputi kegiatan jual beli barang dan jasa. Nah, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan dasar yang bisa anda pahami untuk melangkah lebih lanjut dalam memahami Trading dan Cryptocurrency.

Pengertian Mata Uang Virtual (Cryptocurrency)

Secara etimologis, cryptocurrency tersusun dari dua kata, yakni crypto yang merujuk pada cryptography atau bahasa persandian dalam dunia komputer dan currency yang merujuk pada nilai mata uang. Dari penjelasan tersebut dapat diartikan menjadi cryptocurrency adalah mata uang virtual yang dapat digunakan sebagai alternatif transaksi dengan mekanisme melalui dukungan jaringan internet yang dilindungi dengan sistem sandi komputer yang rumit secara aman.

Salah satu produk dari cryptocurrency yakni Bitcoin yang lahir akibat dari Great Recession serta krisis keuangan tahun 2008 yang merupakan dasar landasan atas reaksi perkembangan ekonomi dalam 20 tahun berjalan. Bitcoin ini merupakan sebuah alat pembayaran baru yang mengadopsi teknologi peer-to-peer network dimana tidak memerlukan pihak yang mengaturnya biasanya teknologi tersebut digunakan oleh para programmer. Alasan digunakan teknologi jaringan ini karena dapat membagi data bitcoin kepada sesama pengguna dengan media jaringan internet. Konsep dari bitcoin ini yaitu meminimalkan biaya yang biasanya dibayar kepada pihak penyedia jasa dalam transaksi jual-beli secara konvensional, sehingga pengguna dapat lebih menghemat biaya transaksi dan juga dapat digunakan sebagai alternatif pembayaran supaya dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih murah.

Kunci terpenting dari bitcoin sendiri ada dua, yaitu buku besar umum (global ledger) yang mencatat seluruh transaksi yang terjadi mulai dari penambangan bitcoin hingga transaksi yang berjalan, hal inilah yang membuat bitcoin tidak mudah di palsukan dan yang kedua adalah neraca (balance sheet) keseluruhan ini disebut dengan blockchain.

Unsur-unsur dari bitcoin antara lain adanya jaringan peer[1]to-peer yang memperbolehkan pengguna untuk melakukan transfer sejumlah nilai bitcoin, kemudian seluruh transaksi yang telah berjalan kemudian disimpan dalam data yang disebut dengan blok, dan seluruh blok yang ada akan terjalin bersama akhirnya membentuk suatu rantai yang disebut blockchain dan yang terakhir adalah miners yang merupakan orang yang telah memecahkan formula matematika kompleks untuk membuktikan kepemilikan bitcoin.

Dalam mata uang virtual, terdapat beberapa pengertian atas istilah yang biasanya digunakan, antara lain :

Bitcoin

Merupakan salah satu produk dalam mata uang virtual yang tidak dikeluarkan oleh suatu lembaga/organisasi ataupun pemerintah dalam regulasinya. Bitcoin ini menggunakan system peer to peer network sebagai media distribusinya dengan menggunakan protocol kriptografi canggih.

Cryptocurrency

Merupakan sebuah jaringan yang menggunakan teknologi atas basis algoritma dan kriptografi, yang tersusun dengan matematis sehingga dapat membentuk jadi berbagai sandi dan kode untuk mencetak mata uang virtual. Serta adanya kunci public dan privat yang biasanya digunakan untuk memindahkan cryptocurrency dari satu orang ke orang lainnya.

Kriptografi

Merupakan sebuah teknik yang memungkinkan transmisi informasi yang aman. Secara sederhana dapat diartikan sebagai kriptografi mengubah informasi dari yang dapat dibaca secara jelas menjadi sebuah kode acak yang tidak dapat dibaca, kemudian menyediakan sebuah perangkat untuk menguraikan pesan tersebut.

Blockchain

Yaitu suatu system pencatatan digital tentang transaksi seluruh cryptocurrency yang tersebar dijaringan internet. Dimana blockchain merupakan skema pencatatan terpusat, yang terdiri dari banyak sekali block pencatatan digital.

Peer to peer network

Adalah sekelompok komputer yang masing-masing bertindak sebagai server untuk berbagi data dalam kelompok tersebut sehingga tidak perlu ada server yang terpusat. Jaringan pada peer to peer bitcoin memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer nilai yang akan disimpan dalam berkas yang di sebut block.

Mata uang virtual dan konvensional merupakan dua alat tukar (uang) yang sangat berbeda. Yang membedakannya adalah pergerakan mata uang virtual seperti Bitcoin bersifat desentralisasi sehingga tidak melalui perantara dalam melakukan transaksi serta tidak ada lembaga yang mengawasi dan berbentuk digital. Sedangkan mata uang konvensional bersifat tersentralisasi sehingga ada perantara yang mengawasi seluruh transaksi penguna serta berbentuk riil (kartal dan giral).

Faktor Pengaruh Nilai Cryptocurrency

Cryptocurrency nilainya dipengaruhi oleh persediaan (demand and supply), oleh karenanya fluktuasi nilainya dipengaruhi oleh penggunanya sendiri. Salah satu faktor lainnya adalah karena kepercayaan sistem Blockchain yang ditawarkan pada sistem cryptocurrency dari kalangan komunitas. Secara umum, fluktuasi nilai naik dan turunnya cryptocurrency dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Hal yang disayangkan dari pasar cryptocurrency adalah pergerakan nilainya yang cepat dan tinggi karena volatilitas yang akhirnya menjadi fluktuatif. Gambarannya, jika volume yang menginginkannya banyak tetapi jumlahnya berkurang, maka nilainya akan meningkat.

Proses Transaksi Mata Uang Virtual

Setiap saat melakukan transaksi dalam jaringan blockchain dalam cryptocurrency, maka didalam jaringan akan tercatat seluruh histori transaksi secara rinci dan lengkap dari awal sampai akhir. Sehingga jika ada salah satu pengguna sedang melakukan transaksi yang kemudian telah diverifikasi oleh penerima, maka seluruh jaringan dalam blockchain tersebut akan mengetahui informasinya yang berisi tentang informasi telah terjadi transaksi sebanyak/sejumlah berapa dan telah ditandatangani secara digital dengan memberikan private key ke dalam sistem. Oleh karena itu, konfirmasi dari penerima transaksi merupakan hal yang sangat krusial pada transaksi cryptocurrency.

Transaksi yang sudah terkonfirmasi disimpan ke dalam wadah yang dinamakan blok. Inilah hal yang menarik, catatan transaksi nya bersifat permanen, tidak dapat diubah atau dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Setiap Blocks yang terkonfirmasi akan terhubung dengan blok sebelumnya, dan Blocks yang baru terbentuk merupakan acuan untuk Blocks berikutnya.

Kondisi Mata Uang Virtual di Indonesia

Mengenai kondisi cryptocurrency di Indonesia, saat ini seluruh kegiatan transaksi terhadap cryptocurrency tidaklah diakui sebagai alat pembayaran yang sah, hal tersebut dinyatakan langsung oleh Bank Indonesia berdasarkan undang-undang yang menyatakan bahwa alat pembayaran yang sah di Indonesia hanyalah Rupiah. Namun bukan berarti karena adanya larangan transaksi dari Bank Indonesia, cryptocurrency dianggap ilegal.

Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih memanfaatkan cryptocurrency untuk dimiliki, untuk investasi maupun bisnis jual-beli (trading). Bank Indonesia menghimbau karena sifat cryptocurrency yang terbilang sangat fluktuatif dan tidak memiliki kepemilikan yang jelas, seperti halnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di sektor perbankan.

Dasar yang di khawatirkan hingga dilarangnya transaksi dalam cryptocurrency karena kemungkinan terjadinya potensi kejahatan cryptocurrency. Jika dilihat dari kejahatan secara internalnya maka dari Internet Development Institute (ID Institute) mengungkapkan ada tiga hal yang berpotensi terjadi antara lain ancaman langsung pada dompet elektronik, ransomware dan private key.

Kemudian dari pihak Country Blockchain Leader IBM Indonesia Juliandri Jenie ada pandangan yang berbeda, dimana beliau katakan bahwa sifat ledger dalam Blockchain bersifat transparan sehingga dapat dilihat ke orang lain namun pada saat yang sama tetap aman karena tidak dapat diubah oleh sembarang orang. Sehingga ini menjadi suatu keunggulan karena telah membentuk integrasi bisnis antar perusahaan menjadi lebih efisien yang tidak menimbulkan pihak yang akan dirugikan. Seluruh pengguna dapat tenang dalam melakukan transaksi dikarenakan seluruh transaksi dan data yang ada telah terekam dengan baik dan dapat dilihat oleh seluruh orang yang ada dalam jaringan meski perlu ada akses khusus terlebih dulu.

Sebagai informasi tambahan, saat ini terdapat instansi pemerintahan hingga perbankan-perbankan yang ada di Indonesia mulai mengeksplorasi potensi Blockchain sebagai suatu platform atau alternatif yang juga dapat meningkatkan produktivitas, walau tidak mengikutsertakan cryptocurrency di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.